5 Faktor Utama Penyebab Usus Buntu

Usus Buntu merupakan penyakit yang menginfeksi usus dan menimbulkan rasa sakit yang cukup menyakitkan pada penderitanya. Usus buntu sendiri adalah organ yang terhubung dengan usus besar (tempat tinja terbentuk), berbentuk tabung dan memiliki ukuran 5-10 cm. Usus buntu terletak di perut bawah bagian kanan. Memang masih belum ada penelitian yang jelas mengenai fungsi dan kegunaan usus buntu pada sistem pencernaan tubuh. Umumnya orang yang mengalami radang usus buntu akan menggigil sekujur tubuh, perut bawah terasa melilit tiba-tiba dan mual muntah yang luar biasa. Gejala lain yang mencirikan usus buntu adalah hilangnya nafsu makan, pembengkakan pada perut, demam, sulit buang gas atau kentut dan sebagainya. Oleh karena itu, anda harus tahu penyebab usus buntu agar bisa mencegah dan menghindarinya.

Hal-hal yang Bisa Menjadi Penyebab Radang Usus Buntu

penyebab usus buntu

  1. Adanya Bakteri Pada Saluran Pencernaan

Penyebab usus buntu yang pertama adalah adanya bakteri Salmonella dan E.Coli yang sering menyerang saluran pencernaan dan berkembang biak di dalam usus. Bakteri berupa cacing ini biasanya masuk bersama dengan makanan yang telah tertempel bakteri ke dalam saluran pencernaan. Makanan bisa tertempel bakteri karena kurang terjaganya kebersihan diri dari pembuat makanan, lingkungan yang kotor, bahan-bahan yang kurang segar dan lain sebagainya. Bakteri ini memakan sari-sari makanan di dalam tubuh dan meninggalkan kotoran. Jika sari-sari makanan terus menerus dimakan oleh bakteri, ini bisa menimbulkan adanya infeksi pada saluran pencernaan dan akhirnya menjadi usus buntu.

  1. Infeksi

Infeksi pada saluran pencernaan menjadi penyebab usus buntu berikutnya. Infeksi ini umumnya terjadi akibat virus gastrointestinal yang sangat menular. Virus ini berkembang biak dengan sangat cepat sehingga menimbulkan adanya peradangan pada saluran pencernaan yang menyakitkan. Peradangan yang kian parah membuat saluran pencernaan mengalami inflamasi dan dipenuhi oleh nanah. Hal inilah yang membuat kondisi usus buntu semakin hari semakin parah dan akhirnya pecah. Memang ketika usus buntu telah pecah, tubuh bisa menyembuhkan saluran pencernaan sendiri namun hal ini juga memiliki efek negatif munculnya  penyakit baru  yaitu komplikasi abses. Solusi yang paling tepat untuk mengatasi usus buntu yang pecah dan menghindari abses adalah dengan melakukan operasi.

  1. Dinding Usus Buntu Yang Tipis

Kentut memang hal yang memalukan saat dilakukan tetapi kebiasaan kentut yang baik setiap hari akan membawa kondisi tubuh yang sehat dan terhindar dari penyakit usus buntu. Penyebab usus buntu lainnya adalah dinding yang menipis. Dinding usus buntu yang menipis terjadi akibat gas atau angin di dalam tubuh yang tidak dapat dikeluarkan dalam bentuk kentut. Kebanyakan orang akan menahan buang gas saat beraktivitas diantara banyak orang karena kentut adalah hal yang memalukan. Tetapi jika kebiasaan menahan kentut ini dilakukan secara terus-menerus, ini dapat memicu terjadinya penyakit usus buntu.

  1. Tinja

Penyebab usus buntu selanjutnya adalah Penyumbatan feses (tinja). Peran makanan berserat tinggi dan air dalam sistem pencernaan memang sangat penting. Kandungan serat dan air yang tinggi bisa membuat tubuh lebih sehat dan pencernaan menjadi lancar. Sebaliknya jika kekurangan kedua hal tersebut, ini bisa  menimbulkan berbagai penyakit pencernaan salah satunya usus buntu. Penyumbatan feses memang terjadi akibat lambatnya gerakan feses ke arah pembuangan karena kurangnya asupan cairan dan serat.

  1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Penyebab usus buntu yang terakhir adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Hal ini terjadi akibat dinding usus yang telah mengalami infeksi saluran pencernaan. Pembengkakan ini umumnya terjadi setelah adanya infeksi saluran pernapasan atas. Kelenjar getah bening yang bengkak menimbulkan inflamasi dan tekanan pada usus yang bisa mengakibatkan pecahnya usus buntu jika tidak segera diobati.